Minggu, 08 April 2012


Cinta Tak Terbalas
Terinspirasi oleh Film The Moon That Embrace The Sun, yang mengisahkan Pangeran Yoon Dae-Hyung terlibat cinta segitiga dengan adikknya Pangeran Uisung yang mencintai satu wanita yaitu seorang Shaman (dukun) atau Putri Jang Yeong-Nam.
Kau pasti tersenyum bahagia ketika bersamanya, di saat canda dan tawamu berada disana. Relakah kau demi apapun kau membagi hidupmu untuknya? Pasti, pasti itu jawaban yang akan ku dengan dari mu yang telah memilih dia sebagai belahan jiwa dan hidupmu itu. Betapa yakin dirimu itu hanya untukknya. Kau telah berlelah-letih mengejarnya demi memenangkan hatinya. Ketulusan hati dan segenap tenaga kau kerahkan untuk dia yang kau cinta. Sayang, ketulusan hati ini selalu di uji ketika hati lain datang untuk  mengganggu hubungan itu.
Mungkin, aku memberanikan diriku untuk mendapatkan hatimu, yang bahkan aku pun tak tahu apa yang ada  dibenakmu sebenarnya. Demi itu, ku relakan dan lupakan semua yang menjadi tanggung jawabku,  hanya untuk mengejar cintamu yang tak pasti. Haruskah ku lakukan itu semua? Tidak dapatkah kau membagi cinta ini untukku sedikit saja.
Senang hatiku bukan kepalang ketika kau mulai lebih dekat denganku, kasih. Setelah aku tahu, ternyata kedekatan itu tanpa sengaja hanya untuk membantumu mendapatkan hati yang lain. Ku mencoba untuk bertahan dan tergar dihadapanmu. Hati yang teriris ini sebenarnya tak dapat menerima semuanya. Apa yang harus ku lakukan? Apakah ku harus menolakmu karna hati ini terasa sangat sakit? Atau aku hanya diam saja melihatmu merengek memintaku untuk membantumu? Atau bahkan apakah harus aku malah mendukung dan membantumu untuk mendapatkan hatinya.  Aku tak tahu apa yang harus di perbuat. Ku hanya bisa pasrah padamu Tuhan, semoga itu menjadi pilihan yang tepat untuknya.
Cinta, apakah kau pernah sakit karnanya? Tentu, ketika cintamu di pertanyakan, apakah kau akan mengungkapkannya?  Hatimu yang penuh kasih hanya untuknya, tapi mengapa dia menguji cinta ini! Hati yang penuh oleh separuh bayangnya, dan cinta untuknya. Kau relakan segenap jiwa dan cintamu untuk membantunya, tapi dia lebih memilih cinta yang lain. Menangis dalam gelap dan tawaku, ku ceritakan pada Bulan yang bersinar memancarkan cahaya menembus celah-celah rindangnya pohon.
Kenapa selalu berakhir seperti ini? Selalu hati ini di pertaruhkan. Selalu hati ini yang kalah pada akhirnya. Berakhir dengan pengorbanan mengejar cintamu yang tanpa balas. Telahku ikhlaskan hati ini jika kau ternyata dengannya. “tak apalah”! kata itu yang hanya bisa kukatakan agar ku rela melihat kau hidup bahagia dengannya. Ku hanya bisa berserah diri, dan menunggu hati ini terbuka untuk yang lain. Aku hanya bisa berkata, “cinta diam-diam”!  tak ada yang tahu pedih hati ini. Akan ku pendam hingga dasar hatiku, bahwa aku pernah dengan tulus dan sungguh-sungguh sangat mencintaimu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar