Sabtu, 07 Juli 2012

Jalan-jalan....


Liburan…..!!!!!! part 1
Hari itu hari rabu tanggal 26 juni 2012, keluarga ku sudah berencana ingin pulang ke kampung untuk acara satu tahunan wafatnya kakekku, Kastoni. Berita sudah disampaikan oleh om ku Mushafa’ jauh-jauh hari bahwa acara mendak mbah-bahasa jawa hari kamis atau jumat nanti. Bergegas malam sebelum kami pulang selalu harus mempersiapkan semua pakaian dan alat-alat keperluan lainnya kami bawa untuk disana. Senang bukan kepalang ketika aku ternyata bisa turut serta pulang kampung. Awalnya aku ragu bisa ikut karena terganjal oleh jadwal kuliah yang masih padat, tapi ternyata hari terakhir pelajaran statistik, Pak Cahyo sudah mengumumkan beliau tidak masuk dan semua praktek pun sudah habis jadwalnya, otomatis dengan gembiranya aku bisa pulang juga selain hari Raya Idul Fitri. Tempo  hari aku di rumah sendiri tanpa siapa pun ditinggal keluarga pulang kampung untuk menghadiri pernikahan keponakan dari Ibuku, demi tak ingin ketinggalan pelajaran.
“Mah nanti berangkatnya abis aku pulang kuliah aja ga usah hari kamis, palingan jam tigaan udah pulang”, kata ku memberi usulan kepada Ibuku. Ibuku pun menyetujuinya, kami merasa santai saja mau kapanpun waktunya kami pulang, karna ada Om Tony yang siap mengantarkan kami kemanapun.
Kuliah hari itu yang sangat santai, Pak Mey pun keluar lebih awal tak seperti biasanya. Ibu Supiningtyas pun masuk lebih awal tak seperti biasanya, dan kami hanya berpresentasi hasil tugas kelompok kami. Pelajaran memang keluar agak lama, tapi aku merasa santai dan tak tertekan seperti biasanya yang was-was takut ditanya oleh Dosen. Satu demi satu kelompok maju untuk presentasi depan kelas. Waktu pun berlalu sangat tidak terasa. Entah mengapa hati ini rasanya sangat senang jikalau ingin pulang kampung. Sampai-sampai bermimpi sudah sampai di kampung. Lebay! Memang terdengar sangat berlebihan anak seusiaku masih saja terbawa mimpi dan tidak bisa tidur dimalam sebelum keberangkatan atau bepergian.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, biasanya kami sudah bubar kuliah saat pelajaran AKM2. Tapi karna hari terakhir dan ada presentasi jadi waktu kuliah melebihi waktu biasanya. Tapi tak selang berapa lama setelah kami semua termasuk Bu Tyas saling berpamitan untuk terakhir kalinya dan beliau tetap memberikan semangat kepada kami.
Jam pelajaran pun selesai, sore itu matahari masih sangat terang hawanya pun masih terasa panas. Aku dan Nita seperti biasa pulang bersama naik angkot. Selama perjalanan nita berkata sangat ingin minum Mocha Float lagi yang tempo hari kita beli di KFC Margonda. Aku juga jadi kepikiran, kayanya enak juga panas-panas begini minum yang segar, aku pun menyetujui Nita untuk membeli bersama lagi. Tapi kali ini kita membelinya di KFC ITC Depok, kata Nita sih sekalian ingin mencari jaket. Sebenarnya sih aku agak kepikiran ingin pulang cepat dan bergegas untuk berangkat ke kampung, tapi tidak enak juga kalau menolak ajakan teman. Ya sudah aku ikut saja dengan Nita sekalian aku ingin membeli Grape Float produk baru dari KFC Goceng dan cuci mata. Berkeliling kami hingga pukul 17.30 dan Nita pun sudah mendapatkan sweater yang diinginkannya dua sekaligus, kami pun berpisah.
Dirumah, Ibuku bertanya mengapa pulang telat yang katanya jam tiga sudah pulang. Aku bilang saja kalau Dosennya lama keluarnya. Masuklah aku langsung ke kamar. Pening rasanya kepala ini, perut juga tak karuan rasanya seperti masuk angin. Karna aku merasa lelah seharian kuliah dan jalan-jalan, aku pun memutuskan untuk tidur sejenak sebelum aku mandi dan berangkat pulang kampung setelah magrib. Semua yang melihatku bertanya, “kamu sakit de?”, “ga, cuma ngantuk banget rasa”, jawabku karna tak enak takut-takut perginya diundur sampai besok.
Magrib pun selesai, semua sudah dipersiapkan barang-barang yang akan dibawa sampai bekal diperjalan pun sudah dan menitipkan rumah ini kepada Pak Aman tetanggaku untuk menyalakan lampu rumah dikala malam datang. Semua siap, kami pun berangkat tak lupa dengan doa kami ucapkan untuk memulai perjalanan yang cukup lama dan memakan waktu hingga dua belas jam. Sesampainya di Kukusan yang masih terbilang masih dekat dengan rumah, Ayahku menambah angin mobilnya untuk menjaga kestabilan ban mobil dan keselamatan kami nanti. Tapi tiba-tiba Ibuku teringat akan satu hal yang beliau lupakan. “yah, aku lupa cabut selang tabung gas”, kata Ibuku yang panik dan khawatir. “bukannya aman mah kan gak diapa-apain”, jawabku polos tanpa dosa. “yah tetep aja takut meledak, ditinggal satu minggu klo bocor digigit Tikus bisa lepas selangnya”, balasnya dengan sergap. Ibuku segera memberitahu Ayahku tentang hal itu, aku yang tahu adat Ayah yang terkadang suka marah dengan hal sepele memberikan pendapatku. “coba mah telpon Mbak Menil suruh minta kunci sama Pak Aman buat cabut selang gas”, usulku yang cukup cemerlang. Akhirnya Ibuku setuju dengan ideku, beliau langsung menelpon Mbak Menil-teman Ibuku yang tadi berada di rumah sebelum kami berangkat pergi. Alhamdulillah kepanikan pun reda.
Sampailah kami pada jembatan penyeberangan di Kramat Jati keluar pintu tol seberang Terminal Kampung Rambutan untuk menjemput Om Tony yang sudah menunggu kami setengah jam berdiri disana dengan beberapa barang bawaannya. Om Tony adalah suamu dari Mbak Sum yang merupakan saudara besan yang dekat rumahnya dikampung sana. Om Tony orang pinggiran dari Danau Maninjau, Sumatera Barat yang nyasar bisa jatuh hati dengan orang dari Desa Gemulung, Gundi, Purwodadi Jawa Tengah. Om Tony juga bekerja sebagai supir dari bus Metromini Condet. Badannya agak kurus dan tingginya tak sampai 160cm, cara bicaranya sangat kental logat melayu padangnya. Dia disewa Ibuku untuk menggantikan Ayahku menyupir mobil kami. Dengan senang hati dia menerima tawaran itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 saat kami berangkat, awalnya Ayahku yang membawa mobil hingga tempat peristirahatan di Tol Cikampek karna beliau lupa mengisi bensin sebelumnya. Pergantian pun terjadi, Ayah sudah merasakan ngantuk karna tadi siang beliau tidak tidur hanya untuk menghadiri rapat koperasi. Om Tony yang masih cukup muda usianya daripada Ayahku ini, awalnya agak kagok membawa mobil kecil seperti ini. Katanya mobil baru dari Dealer gas, rem dan koplingnya diinjak sedikit saja sudah kena berbeda dengan Bus Metromini yang harus sampai dalam dan susah payah menginjaknya. Awalnya saja, mobil rasanya seperti dibawa oleh orang mabuk, yang tak bisa jalan lurus kedepan. Kata Om Tony, stirnya sensitive sekali goyang sedikit langsung oleng apa lagi diterpa angin yang cukup kencang di jalan Tol. Yah..! semua itu kami maklumi karna dia baru pertama kali membawa mobil ini.
Perjalanan pun sangat santai dan aman. Aku mencoba untuk menguatkan mata untuk tidak tidur dengan mendengarkan lagu-lagu di HPku. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 aku berkata pada Om Tony agar berhenti untuk istirahat pukul 02.00 saja nanti. Om Tony pun setuju, karna aku bilang nanti ada pertandingan bola Portugal vs Spanyol. Jam pun sudah menunjukkan pukul dua dini hari, kami pun beristirahat untuk mengisi bensi dan beristirahat sejenak. Seingatku kami beristirahat di Pom bensin di Kota Tegal, tempat yang sangat nyaman menurutku, sangat tertata rapih berbeda dengan Pom Bensin di Jakarta yang jorok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar